Roslina Sawitri

Roslina Sawitri

Duta Bahasa Negara Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK), Yale University, 2017—2018

 

Saya Roslina Sawitri, orang USA, atau Urang Sunda Aseli. Lahir dan mengenyam pendidikan formal di Bandung, Jawa Barat, kemudian menjadi tenaga pengajar di MIT-nya Indonesia, yakni di Pusat Bahasa Institut Teknologi Bandung (ITB). Selama kurang lebih sepuluh tahun terakhir ini, saya mengajar bahasa Inggris dan bahasa Indonesia di unit tersebut. Pengalaman yang didapatkan selama mengabdi di sana mengantarkan saya ke Universitas Yale di Amerika Serikat. Saya berkesempatan merasakan mengajar di salah satu universitas Ivy League bergengsi di negara adidaya dengan memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia pada semester ganjil tahun akademik 2017—2018.

Universitas Yale memiliki jumlah mahasiswa yang mengambil kelas bahasa Indonesia dalam jumlah terbesar se-Amerika Serikat. Waktu saya di New Haven tercurah untuk memajukan pengajaran Bahasa Indonesia di Universitas Yale, di bawah bimbingan faculty advisor, Bapak Indriyo Sukmono. Bersama-sama kami mengadakan beragam acara informal dan formal bagi mahasiswa-mahasiswi kelas bahasa Indonesia, serta menggelar program kebudayaan bagi masyarakat Indonesia di Connecticut dan sekitarnya. Pengalaman mempersiapkan “Malam Budaya Indonesia 2017” bersama para anggota Indonesian Association of Connecticut (IAC) merupakan kesempatan yang selaras dengan misi diplomasi kebahasaan saya sebagai seorang Duta Bahasa Negara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK).

Aktifitas di kelas Bahasa Indonesia, Yale University, 2017-2018.

Seorang Duta Bahasa Negara harus melewati serangkaian tes dan pelatihan terlebih dahulu sebelum berhak ditempatkan di negara tujuan. Setiap Duta Bahasa Negara memiliki rentang waktu pelatihan yang berbeda, tergantung ke institusi mana atau negara mana dia akan ditugaskan. Namun secara umum, para kandidat yang telah lulus seleksi berkas akademik harus mengikuti ujian tertulis yang berhubungan dengan bahasa dan budaya Indonesia, kemampuan berdiplomasi, psikotes, dan teaching demo di hadapan para penguji, termasuk diantaranya Kepala PPSDK itu sendiri, Prof. Hj. Emi Emilia, M.A., Ph.D. Bila seorang kandidat dinyatakan berhasil melewati tahap ini, maka dia wajib mengikuti pembekalan selama sepuluh hari dan akan menerima berbagai jenis materi yang berkaitan dengan tugasnya kelak. Setelah melewati tahap ini, mereka sudah menyandang gelar sebagai seorang Duta Bahasa Negara. Pelatihan selanjutnya akan tergantung kepada negara tujuan di mana mereka ditempatkan, sebab para Duta Bahasa Negara harus menguasai setidak-tidaknya bahasa ibu yang sehari-hari digunakan di negara tersebut. Sejauh ini, PPSDK telah menyelenggarakan pelatihan kebahasaan yang meliputi bahasa Inggris, Thailand, Vietnam, Perancis, Rusia, dan sebagainya. Selama masa penugasan di sebuah negara, seorang Duta Bahasa Negara melakukan penelitian kebahasaan yang nantinya akan dipertanggungjawabkan terhadap pimpinan PPSDK dan kemudian hasilnya akan dipergunakan untuk perbaikan dan pengembangan pengajaran bahasa Indonesia yang lebih sempurna. Ketika seorang Duta Bahasa Negara telah menyelesaikan tugasnya di sebuah negara, dia masih berkesempatan untuk ditempatkan kembali ke negara tujuan yang berbeda jika satu dan lain hal mengijinkan.

Penugasan yang saya dapatkan dari PPSDK sebagai seorang Duta Bahasa Negara telah membentangkan pilihan kesempatan emas yang amat luas. Sebagai representasi wajah masyarakat dan negara Indonesia di negara di mana saya ditugaskan, saya memiliki kewajiban sekaligus kewenangan untuk mengajarkan bahasa Indonesia kepada banyak orang asing yang tertarik terhadap Indonesia. Selain daripada itu, saya juga bertanggung jawab untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda diaspora Indonesia, para Indonesianist, dan kepada orang-orang yang bahkan tidak mengetahui di mana letak geografis negara Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Duta Bahasa Negara Indonesia, saya dapat dihubungi melalui osi.wikusnara@gmail.com.

 


< Back to the 'Education Corner' main page

< Back to the 'Apa Kata Mereka' page

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *