2017 New England Indonesian Festival

For the 5th year in a row, the New England Indonesian Festival (NEIF) was once again rocked Boston on Saturday, September 30th, 2017 as the largest & the most sought-after Indonesian festival in the New England area. Undeterred by the damp weather on the day of the event, thousands of people came to celebrate our community, culture and culinary.

Thank you to all the Permias Massachusetts's team members (Dian Mak, Lucius Janison Simkoputra, Austin, Adhni, Christian, etc.) who led the project and collaborated with ICONE to make this event happen. You guys are awesome!

Many thanks to all the vendors (Nina Mae, Rosita Rachim, Z's Kitchen, Bakso Superphilly, Selera Bunda, On'e Nuri, Felisia Jacobus, Rosa Insco and Nurhayati Tios Sumarto), Nusantara Kreasindo, pak Ismunandar Ismu from Atdikbud DC, Rumah Budaya Indonesia and Singo Lodoyo from Washington DC, KEMENPAR from Jakarta, Java Jukebox, Dhini Purnamasari and Aditya Yodha for the supports and participation.

Last not least, thank you to ICONE's team and volunteers: Olla Chas, Elvina Muzdhalifah, Rizki Setia, Willa Lydia Sullivan & Dan, Yana Regan, Dania Dhanni Setyaning, Watty Grant, Sophia Hawkeyes & husband, Fahlino, Uum Humaerah & mas Sukidi, Vera Lumowa, Riri Dewi, Ramon Padmasambhava, Micita Mahoney and Sean, plus the kids: Faris, Salma, Hannah and Chris. Despite of the rain and all, each and everyone of you have done your best to make things rolling.

Together, WE CAN!

------000------

SIARAN PERS

Reog, Orang Utan, Komodo dan Rendang Tarik Minat Ribuan Pengunjung New England Indonesian Festival 2017 di Boston, Amerika Serikat

 Boston, 30 September 2017 – Keunikan seni tari Reog Ponorogo, rasa rendang Padang yang khas dan kekayaan margasatwa yang hanya ada di Indonesia seperti Orang Utan dan Komodo berhasil menarik minat ribuan pengunjung yang memadati area New England Indonesian Festival (NEIF) 2017 di jantung kota Boston, Copley Square pada hari Sabtu, 30 September 2017.  Guyuran hujan yang mewarnai acara tidak menyurutkan keinginan para pengunjung untuk tetap menghadiri NEIF 2017 yang merupakan ajang festival budaya, seni dan kulinari Indonesia tahunan terbesar yang paling ditunggu di kawasan pantai timur Amerika Serikat.

Diselenggarakan untuk ke-5 kalinya oleh PERMIAS Massachusetts (organisasi Persatuan Mahasiswa Indonesia di Massachussets, Amerika) dan New England Indonesian Community Inc. (ICONE, Inc.), NEIF 2017 dikemas secara menarik dan didukung oleh kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Rumah Budaya Indonesia dari Washington DC, beserta Wonderful Indonesia dari Kementerian Pariwisata Indonesia dari Jakarta. NEIF 2017 juga dibantu oleh para sukarelawan, pekerja seni dan pengusaha makanan dan cendramata khas Indonesia yang berasal dari Massachusetts, Maryland, Philadelphia, New York, New Hampshire, Connecticut dan Washington DC.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini NEIF 2017 mengusung tema acara “Indonesian Wildlife”. “Sejalan dengan makin bertambahnya kepedulian masyarakat global akan isu-isu lingkungan hidup, kami ingin meningkatkan pengetahuan masyarakat lokal di kawasan New England mengenai keberagaman dan keunikan flora dan fauna yang dimiliki oleh Indonesia, seperti Orang Utan, Komodo, bunga Rafflesia dan lainnya”, jelas Dian Mak, Presiden dari PERMIAS Massachusetts.  NEIF 2017 ini juga mengangkat sisi keaneka-ragaman budaya beberapa kelompok etnis dalam masyarakat Indonesia yang bersentuhan dengan kehidupan satwa-satwa unik Indonesia melalui suguhan tari-tarian dan musik traditional seperti Reog dari Ponorogo,  Tari Merak dari Jawa Barat, dan Tari Cendrawasih dari Bali.

“Selain menjadi kesempatan untuk mempromosikan keaneka ragaman flora dan fauna serta kulinari Indonesia, NEIF 2017 juga merupakan ajang untuk menunjukkan bahwa komunitas Indonesia di Amerika Serikat adalah komunitas yang kuat, mempunyai semangat gotong royong yang hebat dan menjunjung tinggi persatuan. Hal ini terlihat dari antusiasme dan partisipasi dari berbagai lapisan dan golongan masyarakat serta mahasiswa Indonesia yang saat ini tinggal di kawasan pantai timur Amerika Serikat”, ujar Olla Chas, Co-Founder & President dari ICONE, Inc, sebuah organisasi nirlaba berbasis sukarelawan yang menaungi beragam kegiatan kemasyarakatan Indonesia-Amerika dan promosi seni budaya Indonesia di kawasan New England, Amerika Serikat. “Kami ingin memperlihatkan kepada masyarakat Amerika disini bahwa persatuan dalam keberagaman (unity in diversity) inilah yang membuat Indonesia bisa unggul dan berbeda dari negara lainnya”, tambah Olla.

Beragam suguhan kesenian Indonesia dibawakan oleh tim Wonderful Indonesia dari Kementerian Pariwisata Indonesia, Nusantara Kreasindo (sanggar tari Indonesia asal New Hampshire) dan Singo Lodoyo (sanggar budaya Ponorogo dari Washington DC). Puluhan jenis masakan dan hidangan penutup khas Indonesia habis terjual untuk memenuhi kerinduan kulinari diaspora Indonesia, serta keingintahuan masyarakat lokal Boston akan keunikan dan kelezatan rasa makanan-makanan Indonesia. Rendang, mie bakso dan sate merupakan beberapa menu makanan yang paling banyak diminati oleh masyarakat lokal. NEIF 2017 juga dimeriahkan oleh peragaan busana daerah, permainan tradisional Indonesia, Batik workshop, penjualan kerajinan dan pernak-pernik khas Indonesia, serta suguhan live music performance dari beberapa band lokal.

 

------------------------------------------

Check out also: ICONE in the News

Leave a Reply or Comment: